Sidang Jum’ah yang berbahagia.
Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala, meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya
• •
Dan janganlah kamu mati, kecuali dalam keadaan beragam Islam.” (QS. Ali Imran102)
Sidang Jum’at yang berbahagia
Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Dari hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan, tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran tahun yang baru. Kita telah masuk pada tahun 1430 H dan tahun 2009 M bulan muharam atau bulan januari merupakan permulaan dari putaran bulan, dari pergantian ini kita sebagai umta islam mengingat bahwa ada hal-hal yang kadang terlupa dan bahkan kita lupakan.
Sidang Jum’at yang berbahagia
Menjalani kehidupan setahun kemarin tentu saja banyak moment yang membuat kita bangga, senang, maupun sedih. Dari tahun yang telah kita lewati itupun banyak sekali kisah dan peristiwa yang terjadi baik peristiwa yang kita rencanakan maupun yang tidak kita duga dan tak kita inginkan sama sekali, semuanya terjadi dalam kehidupan kita ini dan semuanya itu telah berlalu kita tinggalkan seiring berlalunya waktu. Semua itu janganlah kita jadikan hanya sebagai kenangan kehidupan belaka, sia-sia tanpa hikmah dan pelajaran yang kita ambil. Padahal, kita harus ingat bahwa tidaklah akan ada peristiwa yang terjadi dalam hidup kita ini tanpa ada sebab. Tidak akan ada pula hikmah yang akan kita ambil dalam hidup ini tanpa ada ilmu, dan tidak akan ada ilmu yang akan kita peroleh tanpa kesadaran dan pelajaran.
Sidang Jum’at yang berbahagia
Kita sebagai umat islam Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan ditiap pergantian tahun yaitu :
1.مُحَسَبَة الناس بزيادة العمر
Yakni Banyak bertafakur dalam muhasabah atas bertambahnya umur
Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Tanpa tujuan yang jelas. Sebagaimana kita tahu bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya.
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah kepadaKu).” Adz-Dzariyat ayat 56
Sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya telah berkurangnya kesempatan untuk hidup di dunia ini. Kehidupan dalam kitab komituqyan diibaratkan seperti lingkaran, yang kita berada di dalamnya, lingkaran itu adalah kematian yang sewaktu-waktu akan memanggil kita semua. Kemanapun dan dimanapun kita berada ketika kematian itu memanggil nisyaca tidak akan luput dan niscaya tidak ada penangguhan untuknya. Ruh merupakan titipan dari sang pencipta yang singgah untuk sesaat dalam jasad manusia. Ketika Ruh itu dipanggil maka jasadpun tidak ada arti.
Banyak orang berfikir bahwa bertambahnya umur hanya menjadi modal untuk dihargai dan dimuliakan oleh orang-orang yang dibawah umurnya. Memang dalam Islam diperintahkan adanya penghargaan dari yang muda kepada yang lebih tua. Tetapi sebenarnya bukanlah umur yang menjadikan manusia menjadi mulia, melainkan sikap, prilaku dan perbuatan mereka yang menjadikan mereka mulia karena mereka menjadi panutan dan contoh yang baik untuk generasi-generasi yang ada dibawahnya.
Dalam buku Limadza al-Islamu Tatruk kenapa umat islam tertinggal yang dikarang oleh syekh Kutub, bahwa salah satu sebab umat islam setelah era nabi dan khulafah menjadi tertinggal dari umat yang lain adalah tidak siapnya orang tua untuk bisa membimbing, mendidik dan mempersiapkan generasi yang lebih baik dari generasi yang ada pada masa mereka. Sehingga generasi yang menggantikan mereka hanyalah generasi yang sepadan dan bahkan lebih buruk dari generasi terdahulunya.
2.محفظة الوقت
Yakni memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Waktu adalah perekam abadi yang akan mengekalkan segala keagungan dan kemuliaan seseorang. Agung dan rendahnya hidup seseorang akan direkam oleh waktu kehidupannya. sesungguhnyalah kemuliaan dan kehinaan yang ada pada diri kita merupakan buah dari segala amal yang telah kita lakukan Maka, sungguh suatu kerugian yang sangat besar bila seorang hamba tidak dapat memanfaatkan waktunya dengan sangat baik dan optimal. Banyak manusia dengan bertambah umurnya tetapi tidak sedikitpun bertambah dalam memahami kehidupannya, malah banyak sekali mereka lupa atas apa yang diperintahkan kepada mereka. Meraka lupa bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan yang lain yaitu kehidupan di akhirat kelak.
Allah berfirman,
•
"Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menatapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran" [Q.S. AI Ashr: (103): 1-3].
Dari surat Al- Ashr ini Imam syafi’i mengatakan :
اكرم الناس بمنفعت الوقت
Bisa mulianya seorang manusia, dengan memanfatkan waktu yang ada dalam hidupnya.
Dalam kitab ibnu katsir diterangkan : Suatu waktu Khalifah Umar bin Abdulaziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya. istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, Abdul Malik bertanya: "Wahai Amirul Mukminin, gerangan apakah yang membaringkan anda di siang hari bolong ini.
Maka umar yang menjadi ayahnya menjawab; "Aku letih, aku butuh istirahat". Abdul Malik berkata; "Pantaskah anda beristirahat padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas butuh pertolonganmu." jawab umar, "Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itu yang mendorong aku istirahat, nanti setelah shalat dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang-orang yang tertindas dan teraniaya". Anaknya bertanya, "Wahai Amirul Mukminin, siapakah yang menjamin anda hidup sampai dhuhur. Bagaimana kalau Allah menakdirkan anda mati sekarang?" Umar pun terperanjat bangun dan segera pergi membawa satu karung pikulan gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.
Sungguh sangat berharganya waktu Manfaatkanlah waktu karena dikala waktu meningggalkan kita niscaya waktu takan dapat kembali.
Sidang Jum’at yang berbahagia ..
3.ابتدأ النفس با الحسنات
Bergantinya tahun kita jadikan moment untuk meraih dan menggapai kehidupan yang lebih baik yaitu kehidupan yang sejalan dengan tuntunan dan tuntutan agama.
Rasulullah SAW. mengingatkan kita dengan sabdanya, " Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang-orang yang merugi" (H.R. Dailami).
4.تترك الأخرة لحية الدنياء
Meninggalkan urusan akhirat karena menganggap urusan dunia lebih penting
Padahal hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal, dan dunia ini hanya merupakan persinggahan, yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Janganlah kita dibutakan oleh harta, isteri, dan anak-anak yang kita miliki, malah kita harus sadar itu semua merupakan titipan dan ujian bagi kita dan akan dipintakan pertanggung jawabannya kelak di akhirat.
Allah Swt. berfirman :
• • •
“Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr: 18).
Seorang yang beriman kepada Allah, dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik.
Mari kita isi tahun baru ini menjadi tahun yang baik dan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya dan mudah-mudahan ditahun yang baru ini kita akan lebih bisa mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Amin Ya Rabal Alamin.
This entry was posted on and is filed under Article Agama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

