javascript: window.document.REPLIER.Post.value='[color=Burlywood]'+window.document.REPLIER.Post.value+'[/color]';window.stop();
MAKNA BELAJAR DAN PERINTAHNYA
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur terucap kepada pencipta alam semesta, pemilik jiwa raga seluruh mahluk di alam semesta, pemilik dan pemberi akal bagi manusia, pencipta manusia sebagai mahluk yang paling sempurna di muka bumi ini ; Allah swt. Tuhan yang Maha kaya lagi Maha bijaksana. Sholawat teriring salam semoga tercurah selalu kepada baginda besar Nabi Muhammad saw. yang telah menjadi wasilah syari’at Islam dan the new imagination for humanities in the world, teriring pula kepada para keluarga dan para shohabat. Amiin Ya rabbal Alamin.
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dibekali dengan akal dan pikiran. Fitrah yang tidak dimiliki makhluk lainnya, dengan akal dan pikirannya itu dapat membawa mereka kepada kemulian dan dapat pula membawa mereka kedalam kenistaan. Sehingga pada diri manusia sangatlah ditentukan oleh pola dan prilaku yang dia terapkan dalam kehidupannya. Peran ilmu pengetahuan inilah yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia sebagai Filter dan Balansing, sehingga dalam kehidupannya dapat sejalan dengan norma-norma Ilahiyyah dan Sosial. Ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia, karena manusia takan bisa menjalankan amanahnya sebagai khalifah dimuka bumi kalau tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. Manusia juga merupakan makluk sosial, tentunya sangat memerlukan arah untuk melangkah dan metode untuk beradaptasi dengan manusia lainnya, dan semua itu dapat ditempuh dan diwujudkan dengan belajar agar mendapatkan ilmu pengetahuan.
Semoga Allah senantiasa menunjukan jalan yang lurus dan selalu memudahkan dalam belajar dan menuntut ilmu pengetahuan, sehingga kita dapat terus dan terus berjalan dalam agama dan syari’at-NYA Amin. Wal’afwu Minkum.
Serang, 30 April 2009
Penulis
BAB 1
MAKNA BELAJAR
A. Pengertian Belajar dan Karakter Belajar
a. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses dimana kita mempunyai niat yang cukup kuat dalam mencari tahu, mengerti, dan memahami sesuatu, baik yang didapatkan dibangku sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalaui proses tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak terampil menjadi terampil, dari tidak ahli menjadi ahli.
Anita E. Wool Folk (1993) menegaskan bahwa belajar terjadi ketika pengalaman menyebabkan suatu perubahan pengetahuan dan perilaku yang relatif permanen pada individu. Abin Syamsudin (1981) mendefenisikan bahwa belajar adalah perbuatan yang menghasilkan perubahan perilaku dan pribadi Santrock Yusen (1994) menegaskan bahwa Learning is defined as a relatively permanent change in behavior that accurs though experiences. Dari ketiga defenisi, sebenarnya ada 4 kata kunci dibalik defenisi kata belajar, yaitu perubahan, pengetahuan, perilaku pribadi, permanen dan pengalaman. Jika dirumuskan secara komprehensif bahwa belajar merupakan aktifitas atau pengalaman yang menghasilkan perubahan pengetahuan, perilaku dan pribadi yang bersifat permanen.
Agama Islam mendefinisikan belajar lebih kepada usaha pencapaian pemahaman manusia dari tidak paham menjadi paham terhadap ciptaan-ciptaan Allah swt. sebagai ketakwaan dan keimanan kepada-NYA.
b. Karakteristik Belajar
Sejumlah karakteristik perbuatan belajar yang perlu diketahui, yaitu : pertama perubahan yang terjadi harus bertujuan, dalam arti disengaja atau disadari, bukan bersifat kebetulan. Bukankah dalam agama islam itu sendiri perintah untuk berusaha dalam belajar menjadi perintah yang sangat mendasar.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam . Q. S. Al-Alaq 1-5
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. Q. S Al-An’am : 132
Kedua perubahan itu bersifat positif, artinya bahwa perubahan yang ada dalam jiwa yang disebabkan manusia telah mengalami proses belajar, haruslah kearah yang baik atau menjadi lebih baik lagi, dari tingkah laku maupun dari segi berfikirnya.
Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). Q. S. Ar-R’ad : 25
Ketiga, untuk dapat dikatakan sebagai belajar, perubahan itu harus benar-benar hasil pengalaman yaitu interaksi antara individu dengan orang lain, sedangkan perubahan yang diakibatkan karena kematangan bukanlah dapat dikatakan sebagai belajar.
dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. Q. S Az-Zukhruf : 32
Keempat, perubahan itu bersifat efektif, artinya bahwa belajar itu menghasilkan perubahan yang berarti secara fungsional baik untuk pemecahan masalah akademik (ujian, tes) maupun persoalan kehidupan sehari-hari bagi kelangsungan hidup individu.
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ
"Siapa yang ingin kebahagiaan di dunia, maka ia wajib menguasai ilmunya".
B. Belajar Sebagai Proses Terpadu
Agar keberadaan belajar menjadi suatu proses yang padu dan terpadu, maka ada cara-cara yang dapat ditempuh dan diperhatikan untuk tercapainya keterpaduan tersebut :
a. Belajar dapat berfungsi secara penuh untuk membantu perkembangan individu seutuhnya.
b. Belajar sebagai aktivitas pemerolehan pengalaman menempatkan individu sebagai pusat segala-galanya.
c. Belajar dalam hal ini lebih menuntut kepada terciptanya suatu aktifitas yang memungkinkan adanya lebih banyak keterlibatan siswa secara aktif dan intensif.
d. Belajar menempatkan individu pada posisi yang terhormat.
e. Belajar sebagai proses terpadu mendorong setiap siswa untuk terus menerus belajar.
f. Belajar sebagai proses terpadu memberikan kemungkinan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk memilih tugasnya sendiri.
g. Belajar sebagai proses terpadu dapat berfungsi dan berperan secara efektif.
h. Belajar sebagai proses terpadu memungkinkan pembelajaran bidang studi tidak harus dilakukan secara terpisah.
i. Belajar sebagai proses terpadu memungkinkan adanya hubungan antara sekolah dan keluarga.
BAB II
PERINTAH BELAJAR
A. Belajar Menurut Islam
Agama Islam, pendidikan adalah amat penting. Ia adalah merupakan fardhu ain bagi setiap mukalaf dan fardhu kifayah bagi masyarakat Islam mengusahakan tempat terwujudnya gelanggang pendidikan itu. Ajaran Islam adalah menuntut umatnya agar menitikberatkan ilmu dan pendidikan. Cuma ilmu yang dipelajari itu ada yang fardhu ain, ada yang fardhu kifayah dan ada yang sunat.
يَأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا اْلعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ
"Wahai manusia, sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar.........."
Tujuan utama pelajaran dan pendidikan itu diwujudkan bukan sematamata hendak menguasai berbagaibagai bidang ilmu pengetahuan, tapi hendak melahirkan insan yang bertaqwa. Yang mana Allah itu menjadi cinta agungnya, Akhirat adalah menjadi arah hidupnya, dunia adalah tempat bercucuk tanam segala bentuk kebaikan dan ketaatan untuk hasilnya diperoleh di Akhirat kelak.
ألدُّ نْيَا مَزرَعَة الأخِرَه
Kehidupan di dunia merupakan ladang bercocok tanamnya akhirat
Perlu diingat, setelah mampu membentuk insan yang bertaqwa melalui pelajaran dan pendidikan, kita telah dapat membentuk manusia sebagai pasukan perjuangan atau pendakwah yang telah terlatih dan pandai menggunakan senjata ilmu untuk menerima satu kewajiban atau panggilan masyarakat. Selepas belajar atau siap siaga untuk memperjuangkan apa yang telah diperoleh dari sekolah, atau dengan katakata lain para pelajar tadi berkewajiban datang dan mengamalkan ilmu di tengah kehidupan manusia, menyampaikan pelajaran serta membangunkan kesadaran manusia agar mereka menjadi insaninsan yang bertaqwa inilah yang disebut oleh Al Quranul Karim apa yang dinamakan "amrun bil makruf wanahyun anil mungkar".
Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Q. S Al-Mujadilah : 11
• • •
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Q. S Al-Isr’a : 37
Belajar bukan sematamata untuk mendapatkan ilmu atau melahirkan ahli ilmu saja, makna belajar lebih kepada lahirnya insane-insan yang bertauhid dan patuh terhadap perintah-perintahnya. Makna belajar pula bukan untuk sarana hidup dan untuk kemegahan di dunia, tapi lebih kepada melahirkan hamba-hamba Tuhan atau rijalullah agar dapat bertanggungjawab menyampaikan ajaran Allah Taala di bumi Allah ini.
Begitulah makna pelajaran dan pendidikan, begitu besar artinya kepada manusia. Ia adalah merupakan roh dan nadi kepada seluruh kehidupan, agar seluruh kehidupan manusia berjalan dengan penuh disiplin, saling menolong, bekerjasama, dan berjalan di atas syariat Allah. dengan penuh kasih sayang dan harmoni.
Pendidikan yang menciptakan pembelajaran kearah yang lebih baik merupakan satu tanggungjawab yang amat besar, yang memerlukan jiwa besar dalam menciptakan dan menjalankannya. Karena dari belajar itu terbangunnya prilaku manusia yang bertaqwa. Sekaligus dapat membangunkan kemajuan dan tamadun dunia. Manusia itu sebagai khalifah Tuhan di bumi, agar segalagalanya berjalan di atas syariat Allah. Moga dari proses belajar ini, menjadi benih yang kita tanam yang akan menumbuhkan kebun pendidikan di masa depan.
B. Dalil Naqli Perintah Belajar
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam . Q. S. Al-Alaq 1-5
Dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, Q. S An-Nahl : 43
• • •• •
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Q. S Al-Baqarah : 164
KESIMPULAN
Belajar merupakan keharusan bagi manusia dan sudah menjadi fitrah manusia sebagai makhluk yang telah diberikan akal dan pikiran oleh Allah swt. Dengan belajar manusia menjadi makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk yang lainnya karena dari proses belajarlah manusia mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Menjadikan mereka sebagai makluk yang terus berkembang dari segi berfikir dan terus berkehendak, bertindak kearah yang lebih baik dalam kehidupannya.
Makna belajar itu sendiri cakupannya sangatlah luas. bukan saja untuk mendapatkan ilmu pengetahuan saia, melainkan menjadi filter dan balancing bagi kehidupannya. Agar mereka patuh terhadap aturan Ilahiyah dan berjalan dalam norma social yang berlaku. Hakikat dari belajar adalah menuju, berbuat dan mendapatkan jalan yang terbaik bagi manusia dalam berfikir dan mengambil keputusan.
Patuh dan Takwa kepada segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah swt. merupakan makna belajar yang di isyaratkan oleh ajaran islam. ajaran islam tidak membenarkan proses belajar yang menghasilkan dan melahirkan kemaksiatan dan keruksakan di muka bumi.
Semoga Allah swt. senantiasa memberikan kemudahan untuk meraih ilmu dan menunjukan selalu jalan yang lurus kepada kita semua baik dalam proses belajar maupun dalam proses pengamalan belajar, Amin Ya Rabbal Alamin.
This entry was posted on and is filed under Article Agama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

