ABSTRAK
Perubahan kurikulum KBK menjadi KTSP memberikan dampak yang besar dalam dunia pendidikan. Guru sebagai pelaksana pembelajaran, belum sepenuhnya mampu menerima perubahan kurikulum ini. Ini terlihat dari pelaksanaan pembelajaran yang terkesan kaku dan monoton, serta guru cenderung memberikan pelajaran hanya berdasarkan buku tanpa melihat ketuntasan belajar siswa. Tidak terkecuali dengan pelajaran aqidah, yang merupakan bagian dari Pendidikan Agama Islam (PAI). Pelajaran agama terkesan hanya mengedepankan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik, sehingga yang terjadi adalah timbulnya pribadi-pribadi yang jauh dari nilai-nilai agama.
Permasalahan yang dirumuskan dalam skripsi ini adalah penerapan pembelajaran berbasis KTSP beserta problematika yang muncul pada pelajaran aqidah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk mengungkap problematika pembelajaran berbasis KTSP pada pelajaran aqidah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data adalah melalui kata-kata dan tindakan, serta sumber data tertulis. Dengan demikian, metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan tiga kegiatan, yaitu pengumpulan data sekaligus reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penenlitian ini menunjukkan bahwa bentuk perencanaan pembelajaran melalui silabus dan RPP. Silabus disusun oleh tim Dikdasmen Muhammadiyah, sedangkan pengembangannya dilakukan guru dengan menyusun RPP. Permasalahan yang muncul adalah: (1) guru belum mampu mengembangkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator; (2) penentuan metode, sumber belajar, dan bentuk penilaian yang masih terkesan kuno. Pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam kegiatan awal, inti, dan akhir. Permasalahan yang muncul adalah: (1) kurang maksimalnya guru dalam mengelola kelas; (2) penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional; (3) kurang maksimalnya memanfaatkan sumber belajar; (4) terbatasnya sarana pendidikan agama Islam. Evaluasi yang dilakukan melalui tes dan non tes. Tes dilakukan melalui tes lisan dan tulis, tes tulis meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Bentuk penilaian non tes, dilakukan melalui penilaian sikap. Permasalahan yang muncul dari evaluasi pembelajaran adalah: (1) bentuk evaluasi yang masih menekankan pada ranah kognitif saja; (2) evaluasi yang dilakukan hanya terkesan melalui hasil belajar saja tanpa memperhatikan proses belajar siswa.
Permasalahan yang dirumuskan dalam skripsi ini adalah penerapan pembelajaran berbasis KTSP beserta problematika yang muncul pada pelajaran aqidah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk mengungkap problematika pembelajaran berbasis KTSP pada pelajaran aqidah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data adalah melalui kata-kata dan tindakan, serta sumber data tertulis. Dengan demikian, metode pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan tiga kegiatan, yaitu pengumpulan data sekaligus reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penenlitian ini menunjukkan bahwa bentuk perencanaan pembelajaran melalui silabus dan RPP. Silabus disusun oleh tim Dikdasmen Muhammadiyah, sedangkan pengembangannya dilakukan guru dengan menyusun RPP. Permasalahan yang muncul adalah: (1) guru belum mampu mengembangkan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator; (2) penentuan metode, sumber belajar, dan bentuk penilaian yang masih terkesan kuno. Pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam kegiatan awal, inti, dan akhir. Permasalahan yang muncul adalah: (1) kurang maksimalnya guru dalam mengelola kelas; (2) penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional; (3) kurang maksimalnya memanfaatkan sumber belajar; (4) terbatasnya sarana pendidikan agama Islam. Evaluasi yang dilakukan melalui tes dan non tes. Tes dilakukan melalui tes lisan dan tulis, tes tulis meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Bentuk penilaian non tes, dilakukan melalui penilaian sikap. Permasalahan yang muncul dari evaluasi pembelajaran adalah: (1) bentuk evaluasi yang masih menekankan pada ranah kognitif saja; (2) evaluasi yang dilakukan hanya terkesan melalui hasil belajar saja tanpa memperhatikan proses belajar siswa.
This entry was posted on and is filed under Fakultas,Kumpulan Skripsi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

